What is limiting beliefs ? (apa yang dimaksud dgn limiting beliefs ?)
Istilah ini untuk menggambarkan keyakinan/kepercayaan yang membatasi pencapaian Anda.
Misal, Anda ingin jadi orang banyak harta (kaya), tapi perasaan suka berkata, 'Awas, orang kaya itu pelit dan sombong. Kamu ingat orang kaya kemarin kan?'
Kata-kata yang mengatakan orang kaya itu pelit dan sombong disebut limiting beliefs. Selama dalam diri seseorang masih memegang keyakinan ini, dia tidak pernah akan memiliki banyak harta, sebab setiap kali dia akan bertindak untuk mewujudkan keinginannya (jadi orang kaya), dirinya akan menyabotase tindakan apapun yang bertujuan menjadikannya orang kaya.
Mengapa ? karna fikiran bawah sadarnya (perasaan) tidak ingin dirinya jadi pelit dan sombong. Karna yang diingatnya orang kaya adalah pelit dan sombong, dia selalu menghindari atribut apapun yang berlabel 'Jadi orang kaya'.
Dalam kasus sulit jodoh, biasanya karna ada rasa malu, marah atau sakit hati.
Misal, orang yg pernah dilecehkan seksual atau diperkosa. Dia akan memandang dirinya kotor, yg menimbulkan perasaan tidak pantas bersanding dgn orang lain (rendah diri/minder), jadi sangat malu (sampai terkadang tindakannya aneh/memalukan).
Dalam keadaan biasa nampak normal. Namun begitu ada lawan jenis yang mencoba mendekatinya, dia akan bersikap menghindar, padahal mungkin dalam hatinya juga ingin mendapat pasangan, dan suka dgn orang yg mendekatinya.
Bagaimana dengan orang yang malu bicara/tampil didepan umum ?
Sami mawon...alias sama saja. Biasanya karna ada pengalaman buruk yang pernah dialami sejak lama, misal saat kanak-kanak suka di kritik, disalahkan, tidak boleh ini-itu yang bila ditelaah kembali, sebenarnya ada beberapa hal yg bertujuan bagus untuk pembentukan karakter anak.
Misal, saat anak menyanyi. Jika langsung di kritik, 'Suaramu jelek'. Maka dia akan menghindari hal-hal yg berhubungan dgn menyanyi, seperti tidak mau tampil saat di minta maju dalam kelas. Dan ini juga jadi penyebab pelajaran keseniannya buruk.
Ini mengapa untuk berurusan dengan anak-anak, waspadanya (kehati-hatian bersikap dan bicara) jadi dua kali. Mengapa ? sebab anak-anak memang tidak akan melawan, tapi kenangan buruk saat kecil akan jadi acuan baginya di saat besar.
Tono
Klinik Prestasi
Centre of Excellence for removing stress, trauma, depression and limiting beliefs.
klinikprestasi@gmail.com
+62.21.98069297
Untuk mengetahui bagaimana fikiran mempengaruhi hidup Anda, kunjungi:
http://klinikprestasi.blogspot.com
Senin, 30 Juni 2008
Apakah Anda sakit karna terbeban fikiran?
Beberapa bulan lalu saya mendatangi seorang Ibu, yang juga sebagai orangtua teman dan juru pijat orangtua saya.
Saya mendatanginya karna saya mendengar kabar, dia sakit stroke, tidak bisa kemana-mana.
Setelah sampai, seperti biasa menengok orang sakit, saya menyapa ramah. Karna hubungan kami sudah dekat, saya memberanikan diri untuk bertanya lebih pribadi padanya. Berikut wawancara saya...
"Saya coba bantu ya bu. Semoga bisa meringankan penyakit yang sekarang ibu alami"
"Tak apa ton, silahkan"
"Boleh saya tanya bu. Apakah Ibu menyimpan perasaan tertentu terhadap seseorang? kecewa atau sakit hati yang membuat ibu terbeban fikiran?"
"Ya. Ada seseorang yang sudah saya anggap saudara sendiri. Tapi sayangnya dia selalu ingin merebut pelanggan saya. Padahal dia sudah tahu, dia pelanggan terbaik saya"
"Menurut ibu mengapa dia sampai berani berbuat seperti itu?"
"Mungkin karna pelanggan saya itu sangat baik dan royal"
"Apakah karna ini Ibu jadi sakit hati padanya?"
"Dia suka bicara tidak enak dibelakang saya. Itu yg saya tidak suka"
"Mmmm....baiklah bu. Saya bantu netralkan perasaan tertekan ibu. Meski demikian nanti ibu musti tetap minum vitamin dan ikut anjuran dokter agar ibu bisa cepat pulih"
Setelah wawancara, Ibu ini saya terapi untuk menetralkan rasa sakit hatinya pada orang yg dia anggap telah membuatnya selalu terbeban fikiran.
Apa yang terjadi setelah ini adalah, ibu tersebut mengatakan..."Saya plong ton. Lega.."
Saudara/ri,
Kadang saya sendiri bingung dengan perkataan dokter yang mengatakan orang sakit karna fikiran. Dan tak tanggung-tanggung, porsinya diatas 50%.
Dari pelajaran diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa jika terbeban fikiran bisa membuat fisik kita ikut sakit.
Nah..apakah jika sekarang Anda/saudara Anda/orangtua Anda sakit karna dia terbeban fikiran..?
Semoga menginspirasi.
Saya mendatanginya karna saya mendengar kabar, dia sakit stroke, tidak bisa kemana-mana.
Setelah sampai, seperti biasa menengok orang sakit, saya menyapa ramah. Karna hubungan kami sudah dekat, saya memberanikan diri untuk bertanya lebih pribadi padanya. Berikut wawancara saya...
"Saya coba bantu ya bu. Semoga bisa meringankan penyakit yang sekarang ibu alami"
"Tak apa ton, silahkan"
"Boleh saya tanya bu. Apakah Ibu menyimpan perasaan tertentu terhadap seseorang? kecewa atau sakit hati yang membuat ibu terbeban fikiran?"
"Ya. Ada seseorang yang sudah saya anggap saudara sendiri. Tapi sayangnya dia selalu ingin merebut pelanggan saya. Padahal dia sudah tahu, dia pelanggan terbaik saya"
"Menurut ibu mengapa dia sampai berani berbuat seperti itu?"
"Mungkin karna pelanggan saya itu sangat baik dan royal"
"Apakah karna ini Ibu jadi sakit hati padanya?"
"Dia suka bicara tidak enak dibelakang saya. Itu yg saya tidak suka"
"Mmmm....baiklah bu. Saya bantu netralkan perasaan tertekan ibu. Meski demikian nanti ibu musti tetap minum vitamin dan ikut anjuran dokter agar ibu bisa cepat pulih"
Setelah wawancara, Ibu ini saya terapi untuk menetralkan rasa sakit hatinya pada orang yg dia anggap telah membuatnya selalu terbeban fikiran.
Apa yang terjadi setelah ini adalah, ibu tersebut mengatakan..."Saya plong ton. Lega.."
Saudara/ri,
Kadang saya sendiri bingung dengan perkataan dokter yang mengatakan orang sakit karna fikiran. Dan tak tanggung-tanggung, porsinya diatas 50%.
Dari pelajaran diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa jika terbeban fikiran bisa membuat fisik kita ikut sakit.
Nah..apakah jika sekarang Anda/saudara Anda/orangtua Anda sakit karna dia terbeban fikiran..?
Semoga menginspirasi.
Langgan:
Entri (Atom)
Anda Manajer-Direktur HRD ?
Saya tawarkan pada Anda untuk membawa 2 orang karyawan Anda yang kinerjanya turun karna masalah jiwa/emosi/mental.
Jika berhasil (karyawan Anda pulih dari masalah mental yang membuat kinerjanya turun), silahkan dipertimbangkan untuk menggunakan jasa kami sebagai konselor perusahaan Anda.
Tawaran ini tidak mengikat. Jika Anda tidak jadipun, Anda tidak perlu sungkan hanya untuk menggunakannya. Bagi kami yang penting ada keterbukaan.
Anda berminat ?
Hubungi kami di 021-98069297
Jika berhasil (karyawan Anda pulih dari masalah mental yang membuat kinerjanya turun), silahkan dipertimbangkan untuk menggunakan jasa kami sebagai konselor perusahaan Anda.
Tawaran ini tidak mengikat. Jika Anda tidak jadipun, Anda tidak perlu sungkan hanya untuk menggunakannya. Bagi kami yang penting ada keterbukaan.
Anda berminat ?
Hubungi kami di 021-98069297